Tampilkan postingan dengan label Coret_coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coret_coret. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Oktober 2013 - 0 comments

No Tittle

Merambah ke dunia yang gelap gulita tanpa setitikpun cahaya, jelas sangat tidak enak sekali. Betapa tidak, kau harus berjuang untuk bertahan, melihat bukan lagi dengan mata, karena walaupun benda-benda di sekitarmu berbeda, kini menjadi sama rata berkat kepekatan gelap. Kau harus meraba untuk menemukan jalan keluar. Dan, bisa jadi disaat seperti inilah mata batin bekerja, ia yang akan menunjuki ke mana harus kau langkahkan kaki, menunjukkan kau ke arah cahaya.

#eh, daku nglantur!
Senin, 16 September 2013 - 0 comments

Coret-coret toq

Aku hanya bertanya, mengapa? Saat jiwa mulai menata, saat hati mulai berharap, semuanya pergi seketika. Tanpa bekas. Tanya itu tak pernah kudapati jawabnya. Siapa yang akan menjawab? Entahlah. Sempat akan dan tidak jadi. Ya, hidup memang selalu menjadi misteri. Terlebih yang akan datang, ia menjadi rahasia yang tak terduga. Bagaimana bisa terjadi? Patah hati sebelum sempat jatuh cinta. Mereka bilang, kok bisa, heran! Apatah lagi aku, aku bingung, aku sungguh sangat heran, bagaimana itu bisa terjadi pada hati. Haaah, masalah perasaan memang selalu menarik untuk dipertanyakan, didiskusikan, bahkan sampai diperdebatkan. Tapi, aku tidak ingin melakukannya. Biarkan saja ia berteriak dalam diam, aku tak perlu memperdebatkannya lagi, walau sangat membingungkanku. Biarkan saja, ia akan tetap ada atau akan menghilang menurut titah empunya. Biarkan waktu yang menjawab semua tanya, karena ia satu-satunya jawaban jujur untuk saat ini, di dunia ini. Ya, jika memang harus mengikuti arus, tak masalah. Akan kuikuti, tapi aku tak ingin terbawa arus, untuk itu harus fokus!. Okey, akan kutinggalkan kebingungan tuk menemui kedamaian. Berkarya lagi, bermanfaat lagi, bahagia lagi!

Keep calm and stay cool
Semangatin diri..!
^^
10:02 WITA @FavCor
Kamis, 12 September 2013 - 0 comments

Coretan Serupa 030913 (Lupa Tanggal)

Ibu dan anak itu katanya sudah seperti satu jiwa dalam dua tubuh. Jika ibu merasa sakit, pasti anak juga merasakan. Tapi, kebanyakan sebaliknya sih. Jika anak sakit, ibu pasti merasakan sakit juga. Ibu dan anak itu memiliki ikatan bathin yang sangat kuat. Lebih kuat dari ikatan bathin pada saudara kembar. Ya, saudara kembar juga katanya punya ikatan bathin. Tapi, pernah kubertanya pada teman kembarku. Katanya, biasa aja. Kalau ada salah satunya yang sakit, yang lainnya ga sakit kok. Malah mereka bilang, seperti telepati di sinetron2 itu cuma fiktif aja, ga pernah terjadi pada mereka dikehidupan nyata. Walau ada sebagian kecil saja yang pernah mengalami.

Okey, kembali tentang ibu dan anak. Kurasa, ikatan bathin antara ibu dan anak itu yang paling kuat. Aku pernah mengalaminya sendiri. Sering sekali, yang paling baru. Kemarin aku merasakannya. Ceritanya, aku pingin banget dibuatin bumbu kecap, sebagai teman makan tahu atau buat sambel bawang untuk mencocol ikan goreng. Kuurungkan niatku untuk memberitahu ibu saat itu juga. Nanti sajalah, abis sholat isya pikirku. Benar saja, setelah sholat isya, aku melihat ibu sedang makan sambil mencocol ikan ke sambel tomat. Lalu kutakan pada ibu tentang niatku tadi sore. Ternyata, ibu juga berpikiran yang sama denganku. Tadinya ia juga ingin membuat sambel kecap tuk mencocol tahu, tapi karena dilihatnya tahu tinggal beberapa. Akhirnya ia putuskan tuk membuat sambel tomat saja. Waaaw, kejadian ini terjadi beberapa kali. Bukan hanya sekali dua kali saja.

Lalu, tentang cerita kualat jika tak menuruti kata ibu (tentunya perintah yg baik saja), sudah kualami juga. Saat itu, aku ingin sekali makan mie rebus. Akhirnya ibu membuatkannya untukku. Karena tak sabar, aku ingin sekali cepat2 menyantapnya. Ibu sudah peringatkan tuk memakannya nanti dulu. Tapi, aku mengabaika nasihatnya. Akhirnya aku tetap memakannya dalam keadaan masih sangat panas. Tapi, aku sudah meniupnya beberapa kali agar mengurangi panasnya. Tetap saja, masih panas dan membuat lidahku melepuh. Ooowh, menyesalnya aku tak mengindahkan perkataannya. Jadi malu sendiri waktu itu pada ibu.

Bayangkan, hal kecil seperti itu saja bisa berakibat fatal. Pantas saja, ALLAH memerintahkan agar jangan sekali2 berkata kasar, walaupun itu perkataan 'ah' saja kepada kedua orangtua. Hmmm

Karena kita satu jiwa dalam dua raga. Maka jangan pernah sakiti ibu, karena jika kita lakukan itu. Artinya kita sedang menyakiti diri kita sendiri. Jaga perilaku dan perkataan kepadanya, agar selamat dan mendapat ridho ALLAH. InsyaALLAH.
- 0 comments

Coretan 030913


Hari ini kutemui lagi bukti ajaibnya firasat seorang emaq. Pagi tadi, tubuhku rasanya lengket karena sudah tiga hari tak tersentuh air akibat sakit yang sedang kualami. Rasanya pengen nyemplung ke kolam, tapi tak mungkin. Aku pun berniat, dalam hati kukatakan pada diriku 'nanti, kalau emaq ke sini, minta tolong masakin air deh, mau mandi air anget'. Lalu, aku ketiduran. Aku tak tau emaq sudah beberapa kali keluar masuk kamarku dan terakhir kalinya, kurasakan tangannya yang dingin menyentuh keningku yang bak bara api itu, seraya berkata 'mandi ya, emaq masakin air'. Aku pun mengangguk, masih dengan mata terpejam. Kukira aku mimpi, ternyata ketika aku sudah benar-benar bangun dari tidurku, emaq menyuruhku ke kamar mandi. Benar saja, di sana sudah tersedia air hangat yang sangat aku perlukan itu.


Bukan hanya itu, siang tadi emaq menyuruhku makan nasi, lalu minum obat. Aku menggeleng, 'nanti saja maq. Mau muntah' kataku beralasan, tapi beneran. Lalu, emaq menawariku lagi sampai beberapa kali hingga akhirnya ia menyerah. Aku berangan lagi, 'nanti kalo makan, aku pengen lauqnya tahu. Pasti enak di mulutku yaang terasa pahit ini' kataku dalam hati. Lama, hingga adzan ashar datang, seusai sholat emaq menghampiriku lagi. Menawariku makan lagi, dan kali ini aku tak tega menolak. Aku mengangguk dan ia terlihat begitu senang. 'Emaq ambilin nasi sama tahu dulu kalo gitu. Ada ayam bakar itu, mau ga?'. Eeh, apa kata emaq tadi? Tahu? Alahmdulillah, senangnya hatiku. Aku menggeleng untuk ayam bakar. Luar biasa, tak henti-hentinya aku merasa heran dengan firasat seorang emaq terhadap anaknya ini. Emaq, you're my everything.
Kamis, 20 Juni 2013 - 0 comments

Jodoh Belum Kunjung Datang??? Yaa Santai Ajaa!!!

  • Langkah telah menancap berpuluh pijak..
    Mencipta berjuta jejak..
    Ku tatap jauh ke depan..
    Tiada jua ternampakkan..

    Sungguh lama ku di sini..
    Berharap sosok itu menghampiri..
    Sesosok bayang yang ku rindui..
    Ingin ku temui..

    Kau, nama yang tertulis bersanding namaku..
    Ku nanti dengan asa dan permohonan dalam doaku..
    Segeralah kembali pulang..
    Menyempurnakan bagianku yang hilang..
    ***

    Hari ini bertemu senja kembali. Di ufuk barat sana aku masih bisa memandang wajah keemasannya, indah. Akan selalu indah. Hari ini senyumku mengembang lebih lebar, mendengar kicau para tetua. Celoteh sendu mereka, di sela-sela kata tertuliskan sebuah tanya, "kapan kau akan menikah, Nak?" dan aku tak mampu menjawab tanya itu. Kapan? Aku pun sedang menunggu jawaban dari Nya. Aku sungguh menyadari, segalanya sudah diatur, detik, tempat, dan cara pertemuannya. Tapi, aku hanya manusia biasa yang kadang tergoda rayuan si musuh dalam selimut (nafsu). Ingin hati segera bertemu, menyatukan dua keluarga, menyempurnakan setengah dien. Tapi keinginan itu belum terjangkau takdir.

    Kadang iri menyinggahi hati, melihat kawan sebaya telah menggandeng seorang lelaki/wanita yang mereka akui adalah suami/istri. Kadang ingin menyalahi takdir, ketika melihat seorang saudari bercengkrama dengan anak-anak mereka, menciumi dan memanjakan malaikat-malaikat kecilnya. Tertimbul tanya dalam hati, dan lagi-lagi tak ada jawaban pasti, "aku kapan?"

    Aku tau, usia semakin berkurang, raga semakin menua, dan iman? Entah bertambah, entah berkurang. Sempat terprovokasi dengan kalimat "Kamu cari yang kaya gimana, jangan terlalu tinggi lah kriterianya, yang penting kan baik." atau "Eh, si fulanah udah nikah lo, kamu kapan nyusul. Kalah, diduluin deh kamunya." dan yang lebih ekstrem, "Kiamat udah deket, buruan nikah, apalagi kamunya udah tua. Ntar telat lo. Mau apa jadi perawan tua/bujang lapuk?"

    Yah, begitulah. Kalimat-kalimat yang kadang mampu memotivasi, tapi lebih banyak malah menjatuhkan. Tapi, aku juga tau kalau jodoh adalah urusan Allah. Aku pernah mendengar sebuah statement yang bunyinya begini, "Jodoh itu memang di tangan Tuhan, tapi kalau kita tak menjemputnya, maka dia akan tetap berada di tangan Tuhan." Hmm, bukannya aku tak ingin menjemput, bukannya cuek. Aku hanya ingin memilih untuk menunggu saja, menunggu ia datang menjemputku dari tangan Tuhan. Bukankah segalaya telah di atur, seperti yang ku katakan tadi. 

    Santai saja, bukankah aku adalah bagian tubuhnya yang hilang. Ia pasti mengenalinya, kalaupun ia tak menemukanku di dunia ini, mungkin memang bukan di sini tempatnya. Bukannya aku tak ingin berusaha, tapi bukankah menunggu juga adalah sebuah usaha, usaha memantaskan diri untuk pemilik rusuk yang ku inginkan. Santai saja, bukankah janji Allah itu pasti. Pasti kan datang waktunya, jikapun ia tak datang hingga ajal duluan menjemput, mungkin janji Allah bahwa aku kan bertemu dengannya di surga. Jodoh, bukankah itu bukan perlombaan, hingga yang duluan menikah adalah pemenangnya. Jodoh, bukan pula sebuah perjanjian meeting, hingga ketika saat ia tak kunjung datang, menjadikannya terlambat. So, santai saja!

    Kini, yang bisa aku lakukan adalah menunggu waktu yang dijanjikan Allah, menikmati setiap proses yang telah dirancangkan NYA untukku dan untuk kita semua. Menuju hari saat peristiwa penyatuan itu terjadi dan mereka mendoakan keberkahan bagi kita. Hari yang disebut sebagai hari pernikahan.

    _Tulisan Gagal Dikirim_ :p
Jumat, 07 Juni 2013 - 0 comments

Semangatin Diri

Mengintip fajar di balik bukit..
Terlihat terhimpit, terjepit..

Dari kebun terpetik setangkai wangi mawar merah..
Yang baru saja terbangun dari kuncup, rekah..

Owh, ternyata mentari bukannya malu..
Hanya saja ia sedang kelu..

Lihatlah, walau bumi gelap..
Tapi bukannya jadi senyap..

SEMANGAT!
Sabtu, 11 Mei 2013 - 0 comments

Siapa?

Menatap seonggok wajah nan teduh, bercengkrama dengan setiap kebaikan, menjauhi segala yang terlarang. Dia wajah yang dirindui  setiap ciptaan, dia yang tak mudah goyah dengan cobaan, dia yang bertahan atas hempasan. Apakah kau juga seperti wajah teduh itu, aku pun merindukannya, wajah indah itu, yang tak pernah ku pandang, yang tak tau di mana berada, yang ku yakini pun sedang merasakan yang sama. Semoga benar kau memang begitu. Memiliki wajah teduh untuk meneduhkanku yang sungguh sangat keruh ini.
Selasa, 26 Februari 2013 - 0 comments

Puisi-puisian Versi Galau

Kicauan Senja
Sesak tak mau pergi..
Menjadi-jadi tak henti..
Jenuh bergemuruh..
Penat meriuh..

Salahkah hati..
Semakin menanti..
Ini tentang keinginan..
Bukan Kebutuhan..

Salahkah hati..
Terlalu mengingini..
Walau kata Tuhan..
Kebutuhan diutamakan..

Ini hanya sebuah ingin..
Bukan kebutuhan..
Walau hati tahu..
Tuhan takkan pernah mau..



Celoteh Pagi

Jejakku hilang..
Ditelan ilalang..
Jalanku temui buntu..
Berbatu..

Cita terhenti sejenak..
Memutar otak..
Ia menang dan aku kalah..
Aku sudah lelah..


Ku sudah tak kuasa hati..
Biarkan dulu sendiri..
Jangan mengganggu..
Aku sedang terpaku..

Jangan bertanya..
Jangan cengkrama..
Simpan saja ceramahmu..
Aku sedang termangu..

Kau pikir hebat dirimu..
Jangan sekali-sekali begitu..
Aku tengah kehilangan..
Bisa kan kau tenangkan..

Ah, kurasa TIDAK..
Sekalipun kau bertindak..
Aku tak kan terkesiap..
Sekalipun kau, malaikat tanpa sayap..



Tinggallah kau seorang saudariku, yang lain minggat
Sang Kuasa..
Telah Berkehendak..
Ku tak mampu mengelak..
Satu.. Dua.. Tiga.. Empat.. Lima..

Telah tumbang..
Tergulung gelombang..
Tercerai berai..
Sulit terlerai..


Aku bukan karang..
Hanya makhluk tak bercangkang..
Sedih tersengal..
Rapuh tertinggal..

Dan kini tertinggal satu..
Yang masih setia satu rindu..
Kian mantap berpadu dengan indah..
Tuk sebuah kisah bernama ukhuwah..
Kamis, 14 Februari 2013 - 0 comments

GAUL, NGGAK MESTI JADI PENGEKOR KAN!!!

24 Januari 2009
@ MBS

Berbicara tentang budaya, sepertinya tidak akan ada habisnya. Apalagi sekarang ini, budaya yang telah ada pada suatu daerah tertentu di Indonesia seakan berubah mengikuti perubahan zaman. Budaya sebagai sebuah ciri khas suatu bangsa, sebagai suatu adat istiadat sudah tidak dianggap lagi bahkan sudah hilang dari jiwa para pemiliknya, khususnya para pemuda yang telah terkontaminasi oleh kebiasaan orang-orang “barat” yang notabenenya sangat tidak cocok bagi kita, bangsa Indonesia. Perubahan adat istiadat akibat ketidakpahaman kita dalam menghadapi adat istiadat “transferan” dari luar negeri, telah mengubah tingkah laku dan pergaulan remaja Indonesia.

Pergaulan di Indonesia saat ini bisa dikatakan sudah melebihi tipe pergaulan di Negara asalnya, dimana tipe pergaulan itu diproduksi dengan sangat “indah”nya dan kemudian di ekspor ke Negara-negara yang kebanyakan memiliki bangsa yang lemah. Lemah fisik dan tentunya lemah iman, termasuk Indonesia. Pergaulan di Negara kita saat ini sudah sangat parah, seperti yang kita lihat dalam berita. Banyak pemuda yang harus “dipingit” dalam lembaga permasyarakatan berbulan-bulan bahkan hingga menemui ajal didalam sana, akibat mengkonsumsi barang-barang haram. Kemudian banyak ditemukan tempat-tempat Praktik aborsi, pelakunya mulai dari dokter ahli hingga dukun-dukun aborsi lainnya. Kebanyakan yang melakukan aborsi tersebut berumur antara 15-19 tahun. Itulah sebagian akibat dari pergaulan yang sudah sangat bebas, tanpa pengawasan orang tua dan tanpa pengendalian diri.

Na’uzubillahi min dzalik.., itulah kenyataan yang kita hadapi sekarang ini. Ketika para remaja seumuran kita menjadi perusak masa depannya sendiri, ketika para pemuda telah berani menjadi pembunuh atas dirinya, orangtuanya, dan bahkan terhadap janin tak berdosa sekalipun. Kita sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya beragama islam, seharusnya tidak terpengaruh dan tidak menjadi pengekor. Bukankah telah dijelaskan dalam Al-quran bahwa Jin dan manusia tidak diciptakan melainkan hanya untuk beribadah kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Bukankah Allah juga menjadikan kita, manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini. Oleh karena itu, sudah semestinya kita menjaga dan melestarikan bumi dan isinya, bukan malah menghancurkannya dengan membuat kerusakaan dan keonaran di sana sini. Bukan malah merusak diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, sehingga dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Melainkan, kita harus mengubah diri menjadi lebih baik dan dalam hal ini sikap sangat berperan.

Menurut manajemen IBM kualitas manusia ditentukan oleh 90% sikapnya (attitude) dalam menghadapi masalah. Sedangkan sisanya 10% ditentukan oleh kemampuan ilmunya (knowledge). Artinya, penyelesaian masalah seringkali diawali dari sikap hidup yang benar dan tepat dalam menghadapi suatu peristiwa. Dan momen tahun baru dapat menjadi langkah awal untuk hijrah kepada hidup yang lebih baik, hidup yang sesuai tuntunan islam, bukan hidup yang sesuai dengan aturan pergaulan orang lain. Jangan sampai kita terpuruk karena adanya peristiwa atau kesalahan yang pernah kita lakukan. Sikapi masalah dengan benar dan tepat, nasi yang telah menjadi bubur akan menjadi bubur ayam yang lezat jika ditambahkan ayam goreng, bawang goreng, dan sedikit krupuk. Jika sudah terlanjur basah, ambil sabun dan sampoan saja biar bersih sekalian. Dosa adalah hal lumrah bagi manusia, tidak ada yang sempurna selain Allah, tuhan yang maha sempurna dan maha pengampun. Dosa pasti terampuni jika kita mau bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya, insyaAllah.
Wallahu a’lam bishowab..
Dari Berbagai Sumber
Selasa, 11 Desember 2012 - 0 comments

Seperti Pelangi

Pelangi pelangi alangkah indahnya.. 
Merah kuning hijau dilangit yang biru.. 
Pelukismu agung siapa gerangan.. 
Pelangi pelangi ciptaan Tuhan.. 

Sebait lagu berjudul pelangi ini pasti mengingatkan keceriaan masa kecil. Bersahabat, bermain dan bercanda bersama. Seperti lirik lagu di atas, merah kuning hijau dilangit yang biru. Indah, ceria, dan berwarna warni. 

Pelangi mengandung banyak sekali filosofi. Pelangi selalu hadir setelah gerimis, menunjukkan bahwa setelah ada kesedihan akan selalu diikuti dengan kebahagiaan, keceriaan yang berwarna-warni, seperti warna-warni pelangi. 

Bahwa pelangi memiliki banyak warna, tak hanya sejumlah yang disebutkan dalam syair lagu di atas. Lebih banyak lagi, ia terdiri dari warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Ada tujuh warna yang sering disingkat mejikuhibiniu. Yaps, warna-warni yang berbeda itu ternyata bisa menciptakan sesuatu yang indah bernama pelangi, setelah mereka bersinergi, menyatukan diri. Seperti halnya dalam hidup, kita harusnya seperti pelangi, walau berbeda, tapi bisa bekerja sama demi terciptanya kedamaian dan keindahan dalam dunia. Ya, harusnya bisa seperti itu. 

Pelangi itu cantik, indah dipandang mata. Seperti pribadi manusia beriman, seharusnya cantik seperti pelangi. Datangnya sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu. Dan walaupun datang sekejap, tapi sangat berarti dan lama sekali kan tersimpan dalam ingatan. 

Pelangi adalah hadiah indah yang hadir setelah hujan. Seperti hadiah cantik yang diperoleh manusia jika ia bisa melewati ujian Tuhan dengan kesabaran. 

Pelangi, indah kau tercipta. Sebagai kabar gembira atas kesabarn mentari menunggu hujan reda. 
Seperti pelangi, warnai hidup, berbagi keceriaan dengan warna warni indahnya. 
^^


Senin, 10 Desember 2012 - 0 comments

Seperti Bunga Mawar, Secantik Bidadari Syurga

Tentang harapan seorang ibu kepada putri-putri yang ia kasihi. Berfilosofi tentang wanita. Bukankah kita semua tau, wanita adalah makhluk mulia yang sangat dimuliakan oleh islam. Bahkan sejak kelahirannya di muka bumi. 

Wanita itu adalah ia yang ditakuti oleh raja zholim di zaman Nabi dahulu. Hingga ia mengubur hidup-hidup para makhluk mulia itu, karena ia satu-satunya makhluk yang dapat melahirkan pria-pria hebat yang akan mengancam kepemimpinannya.

Wanita itu adalah ia yang kuat membawa berkilo-kilo bayi di dalam perutnya selama 9 bulan 10 hari. Wanita itu, ia yang berjihad antara hidup dan mati saat melahirkan anak-anaknya. Wanita itu adalah ia yang berperan dibalik keberhasilan pria. Wanita itu, yang di bawah telapak kakinya terletak surga. Wanita itu, ia yang di atas ridhonya, terdapat ridho ALLAH. Karena itulah, ia menjadi sangat mulia. Karena wanita adalah makhluk luar biasa. Ia makhluk terhormat yang memiliki harga diri tinggi. Sebagai pejuang, penyemangat, dan dan penyelamat bagi keluarganya. Insya ALLAH.

Wanita ibarat sebuah bunga. Sungguh dikagumi keindahan kelopaknya, harum baunya dan menyimpan sesuatu yang manis di dalamnya, madu. Tapi, ia sangat lemah, tangkainya mudah patah, tak jarang ia malah dipetik sembarang orang. Ia tergoda untuk merayu sang kumbang datang menghampirinya. Ia juga seringkali terlalu mudah terayu sang kumbang. Wanita, pesonanya memang mampu mengalahkan keimanan adam. Adam terayu syaitan karena hawa. Itu salah satu bukti kuat pesonanya. Bukti lainnya, kau ingat anak-anak lelaki adam yang sampai saling bunuh demi seorang wanita?. Ya, sekali lagi kukatakan, keindahannya memang sangat menggoda. 

Wanita! Sadar atau tidak, hidup adalah pilihan. ALLAH sudah persiapkan semua yang kita butuhkan untuk memilih. Tinggal kita putuskan, memilih menjadi bunga seperti apa. Bunga tepi jalankah atau bunga indah yang akar-akarnya tertancap rapi di dalam pot, terawat dengan baik, dan tak mudah di petik sembarang orang?. Pilihlah menjadi seperti bunga mawar. Cantik, wangi, dan tak mudah dipetik sembarang orang. Karena ia memiliki duri yang melindunginya.

Wanita, percantiklah diri dengan cara-cara syar'i. Jaga harga diri dan kehormatan. Semoga kita semua bergelar wanita sholihah, membuat cemburu bidadari surga. Aamiin!

Wallahu a'lam bishowab..
Kamis, 01 Desember 2011 - 0 comments

Masehi BukaN Punya Qita

Desember, bulan terakhir dalam sistem penanggalan tahun masehi. Yup, saat ini kita sedang berada dalam akhir tahun 2011 masehi. Segala pernak pernik tahun baru yang seringkali dirangkai dengan perayaan natal umat nasrani mulai memjamur dimana-mana. Dan tanpa kita sadari, kita malah menjadi latah ikut-ikutan perayaan yang bukan milik kita.
Masehi, secara etimologis berasal dari kata mesias atau masihiyah yang artinya Almasih. Tahun itu dianggap sebagai tahun kelahiran Yesus, sehingga perhitungannya dinamakan  masihiyah/masehi (Annida No.4/XVIII Desember 2008). Nah, berarti jelas kan, bahwa perayaan tahun baru masehi dan natal merupakan perayaan orang-orang nasrani. Oleh karenanya, kita jangan sampai menjadi bagian dari umat lain lantaran hobi kita yang senang sekali menjadi pembeo. Niru sih boleh-boleh aja, asalkan yang ditiru itu adalah sesuatu yang benar-benar ngedatengin manfaat buat kita, bukan sekedar hura-huranya yang ujung-ujungnya bikin sengsara dunia akhirat. Na’udzubillah!
Sebenarnya, kita memang tidak perlu ikut-ikutan dalam perayaan orang lain. Karena apa? Yupii!, karena kita juga punya sendiri lho perayaan sejenis, tapi gak sama. Maksudnya, kita juga punya tahun baru sendiri, yaitu tahun baru hijriah. Nah, kalo ini boleh kita rayain rame-rame asal tetap berada dalam koridor islam tentunya. Jangan sampai berlebihan dan berhura-hura. Allah kan gak suka tuh sama hal-hal yang lebay, seperti yang Allah tegasin dalam QS. Al-An’am ayat 141 : “… Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.
Dan perlu diingat, hura-hura, berpesta pora, n’ kawan-kawannya itu kan juga ngeluarin dana yang gak sedikit lo, mending pake duit hasil keringet sendiri. Nah ini, udah pake duit ortu, masih gaya-gayaan nraktirin temen-temen makan bakso. Ngedzolimin ortu banget kan N’ asal tauk aja ya, kalo hura-hura itu kan gak manfaat banget tuh, malah bikin puyeng 350 keliling en den itu artinya, hura-hura itu sama dengan pemborosan. Tau ndiri kan, kalo pemboros-pemboros itu adalah saudaranya syetaaan. Ihhh, syerem kan.. emangnya mau, jadi saudaranya setan. Gak kan? So,, mulai sekarang, kita sama-sama ikhtiar yuuuk tuk hindarin ngelakuin hal-hal yang begituan. Gak mutu’ n gak manfaat banget. Setuju kan…?!
Jadi intinya, kita jangan sampai menjadi bagian dari umat lain. Pe De aja lagi dengan diri kita sendiri. Jadi muslim/ah yang punya jati diri, nggak niru sana sini n’ gak tergoda dengan perayaan-perayaan yang bukan milik kita, muslim.
Wallahu a’lam bishshawab.,


- 0 comments

Jln. Kebaikan No. 1 Jannah

Pandai-pandailah memilih jalan kawan,
karena kita tak tau pasti apakah kita akan setia kepada janji
atau malah berkhianat.
Hati-hati menentukan jalan kawan,
karena kita tak tau apakah di ujungnya terdapat apa yang dituju
atau malah buntu.
Ingat kawan, kita berjalan bukan tanpa tujuan.
Kita sedang mencari kebahagiaan hakiki.
Untuk itu kawan, sekali lagi berhati-hatilah memilih jalan..
Dan sesungguhnya jalan yang menujunya adalah kebaikan.
Istiqomah dalam kebaikan kawan, insyaallah!
Senin, 31 Oktober 2011 - 0 comments

Ngelantur dikit Ahh..

Setiap yang terjadi hari ini, hari kemarin atau pun hari esok..
Percayalah..semua ada yang mengatur..
Tak ada sesuatu apa pun yang tak luput dari NYA..
Semua adalah kehendak NYA..
Jadi kawan..
Tak perlu menyesali apa pun yang telah kau alami..
Terlebih nikmat yang telah kau terima..
Semua itu pasti bermakna..
Jangan pernah ada kata-kata 'Seandainya'..
Kecuali itu menambah keinginanmu untuk berubah..
Bersabarlah atas ujian dan bersyukurlah atas nikmat..