Selasa, 13 November 2012 - 0 comments

GIRL P0WER (Panduan Meningkatkan 3B_Brain, Beauty, Behavior)


GIRL : BEING SPECIAL?
            Kenapa cewek ingin jadi istimewa?. Penting nggak sih pertanyaan itu?. Bisa jadi penting untuk sebagian orang, karena dengan menjawab pertanyaan tersebut, mereka dapat menunjukkan bahwa mereka mempunyai alasan yang kuat untuk menjadi cewek yang istimewa, mereka bisa menjadi pusat perhatian, lebih dihargai dan yang terpenting bahwa dengan menjadi cewek istimewa, kita bisa mempunyai power yang lebih untuk memperjuangkan suatu harapan menjadi kenyataan.
            Ada juga yang merasa bahwa pertanyaan seperti itu sama sekali nggak penting. Karena bisa jadi mereka tidak terpikir untuk menjadi istimewa. Mereka merasa nyaman menjadi yang biasa-biasa saja. Tapi, cewek dimana pun berada dan apapun latar belakangnya pasti menorehkan warna untuk hidup yang dijalani. Tinggal kita menentukan pilihan, mau menjadi yang biasa-biasa saja atau yang istimewa. Selanjutnya, barulah kita bisa tanya “kenapa?”.

RATU DUNIA : CEWEK ISTIMEWA
            Siapa yang nggak kenal ajang kelas dunia Miss Universe, yang selalu menghadirkan sensasi dan juga kontroversi. Miss universe telah terlanjur dianggap sebagai icon penghasil cewek-cewek kelas dunia karena kecantikan, kecerdasan, dan perilakunya. Paduan 3B yang sempurna untuk menjadi wanita istimewa!. Tapi, ajang semacam ini tidak lain hanyalah untuk memperoleh keuntungan semata yang muncul dari naluri bisnis para businessman New Jersey.
            Miss universe menjadi media paling efektif untuk menjual produk mereka. Other words, Miss universe menjadi etalase bergerak yang bisa menghasilkan keuntungan miliaran dollar bagi pemiliknya. Nggak lebih dari promotion gimmick (tipu daya promosi) yang dirancang untuk memikat hati agar konsumen loyal terhadap produk yang dipajang disepanjang anggota tubuh dan kehidupan Miss universe setahun penuh. Soal 2B yang lain, yakni Brain dan Bahavior udah jelas nggak banyak ngaruh. Itu hanya polesan bukan isi. Beauty itu sebenarnya yang jadi nyawa penyelenggaraan Miss universe, karena siapapun sulit menolak bahwa wanita cantik akan membuat suatu produk lebih dilirik.
Hidup sebagai cewek tajir, cantik, dan terkenal nggak otomatis bikin kita jadi sosok yang istimewa kalo kita nggak punya kontribusi apapun bagi hidup orang lain. Untuk jadi cewek yang punya kontribusi memeperbaiki hidup diri dan orang lain, nggak perlu jadi orang terkenal dudlu, dan untuk menjadi cewek istimewa sama sekali nggak perlu jadi ratu dunia dulu.

CANTIK …CANTIK…CANTIK
            Ada yang bilang cantik itu berkulit putih, mulus dan hidung mancung. Ada lagi yang menambahkan kalau cantik itu tinggi, seksi, punya rambut lurus hitam menawan. Yang punya definisi cantik seperti itu sangat dimungkinkan karena terprovokasi oleh berbagai iklan kecantikan. Padahal, semua iklan nggak lepas dari rekayasa. Jadi, jangan gampang percaya iklan, kita musti punya jaring sensor yang sensitif terhadap tayangan iklan. Kita musti jadi cewek smart dalam menilai sebuah produk. Tubuh aman dari berbagai bentuk eksperimen produk kecantikan dan kantung kita aman dari pemborosan.
Cantik itu relatif, u know!. Diabad ke 15-17, cewek dianggap cantik kalau memiliki pinggul, perut besar dan dada yang montok. Dulu, tubuh subur pernah menjadi lambang kecantikan. Di cina abad ke-20, kecantikan dilihat dari besar kecilnya kaki, semakin kecilnya kaki, perempuan dianggap semakin cantik.perempuan suku dayak musti pakai anting banyak di telinga agar dibilang cantik. Di afrika, wanita cantik adalah wanita yang punya leher panjang ala angsa. Jadi ketahuan, cantik itu relatif. Cantik relatif itu biasanya berurusan dengan fisik. Padahal cantik fisik itu fana, nggak akan abadi.
Semua cewek, setomboy dan secuek apapun dia, pasti peduli sama penampilan. Bukan sebuah dosa kalau ingin tubuh terawat. Bukan pula suatu kesalahan kalau kita ingin cantik. Tapi, kita musti tahucantik yang sejatinya bisa membuat kita bahagia dan selamat dunia akhirat. Dan jawaban tepatnya sudah sewajarnya kita cari dari Sang Maha Pencipta Kecantikan, yaitu allah melalui firman-firmanNya. Karena Allah saja yang tau dengan tepat seperti apa sebenarnya cantik yang membawa rahmat. Seperti apa? Yang berikut ini bisa menjadi solusi.
·        Berbusana elegan ala Al-Qur’an
§  Pakaian harus dapat menjadi identitas dan menjadi pembeda.
§  Pakaian harus menjadi perisai bagi tubuh dari pandangan melecehkan para pria jail.
§  Busana yang pantas dapat dilihat pada QS. An-Nuur: 31 dan Al-Ahzab: 59.
§  Busana yang kita pakai tidak membentuk tubuh, tidak tipis, dan tidak menyerupai pakaian laki-laki.
·        Menjaga hati dan pandangan
Cewek yang bisa menjaga pandangan dan hatinya akan dihargai orang. Bukan karena ingin jual mahal atau sok jinak-jinak merpati, tapi karena semata-mata menjalankan aturan Illahi dan karena sebuah keyakinan. Jika aturan Allah dijalankan, keselamatan pasti didapatkan.
·         Mau care n’ share terhadap dan dengan banyak orang
Selagi Allah masih memberikan kesempatan bagi kita untuk melihat, mendengar, dan merasakan, kenapa kita tidak gunakan untuk terus mengasah kepekaan, untuk meningkatkan level kepedulian. Dari yang terdekat dan mulai yang terkecil, hingga yang jauh dan sampai yang besar.

BEAUTY FOR US
Kesuksesan seseorang untuk menjadi hamba Allah tersayang bukan dari penampilan, tapi karena ketakwaan. Allah menegaskan hal ini dalam QS. Al-Hujurat:13.
            Semua cewek bisa cantik. Cantik didalam (inner beauty) itu yang utama. Cewek yang bisa menjaga kehormatan diri dan mempunyai rasa kepedulian yang tinggi. Langka, tapi itu yang disuka. Susah dicari, tapi dinanti-nanti. Dengan kecantikan yang terpancar dari iman dan ketakwaan, dijamin kamu pasti jadi cewek nomor satu bagi seluruh dunia, Allah juga pastinya.

BRAIN FOR US
Bicara tentag brain, biasanya nggak jauh sama urusan cerdas atau nggak cerdas. Kesempurnaan memang bukan milik kita, tapi Allah telah menganugrahkan sesuatu yang terbaik buat kita, yaitu akal.akal itu abstrak bukan benda yang dapat dilihat seperti otak. Akal merupakan proses berpikir. Selama ada fakta, informasi, dan proses pengaitannya, selama itu pula akal telah kita aktifkan.
Semakin banyak fakta yang kita dapatkan, semakin lengkap informasi yang kita dapat, dan semakin gape’ kita mengaitkan keduanya kita akan semakin cepat menemukan jawaban dari suatu pertanyaan. Nah, disaat itulah kata cerdas hadir buat kita. Untuk bisa menjadi cerdas yang diperlukan hanyalah ketekunan. Tahapan-tahapan seperti itu berlaku untuk semua jenis problema di dunia, dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit. Pertama, amati fakta secara cermat. Kedua, serap informasi yang valid sebanyak-banyaknya. Ketiga, kaitkan fakta dengan info tersebut.
Setiap manusia berpotensi menjadi cerdas, karena setiap manusia dianugerahkan akal. Tapi, tidak semua manusia meraih kecerdasan tingkat tinggi, cerdas tingkat tinggi itu :
1.      Cerdas kita untuk mencari ridha Allah semata. Jadi orang cerdas memang bisa menjadi kebanggaan bagi semua. Tapi jangan sampai kebanggaan itu melunturkan derajat diri di hadapan Illahi. Coba review niat kita. Kita ingin jadi orang cerdas karena sekedar ingin disanjung, supaya bisa jadi kaya, atau untuk mencari ridha Allah. Karena sesungguhnya perbuatan itu harus dengan niat, gitu Rasulullah pernah bersabda. Rugi banget deh, kalau kita bercita-cita jadi orang cerdas, punya keahlian, Cuma untuk meraih ketenaran atau kekayaan. Seribu kali rugi!
2.      Cerdas kita bukan hanya untuk diri kita sendiri. Kecerdasan adalah anugerah dari Allah. Ilmu yang kita miliki adalah karena nikmat dariNya. Jadi, nggak layak deh kita jadi sombong bahkan menggunakan ilmu kita untuk membodohi orang lain. Kecerdasan akan menjadi hampa dan tidak bernilai apa-apa jika hanya diperuntukkan bagi kepuasan diri demi mengeruk kenikmatan dunia yang fana.
3.      Kecerdasan yang dipersembahkan bagi kebangkitan umat sedunia. Kita butuh partner yang sama-sama paham seperti apa cerdas yang memberi manfaat, kecerdasan yang bisa melahirkan kebangkitan umat, kecerdasan yang dibangun atas keinginan mencapai ridha Illahi, kecerdasan tingkat tinggi.

BEHAVIOUR FOR US
Kehidupan yang kita jalani ini banyak dihiasi dengan berbagai macam fenomena prilaku manusia. Kita sih pasti pengennya selalu bertemu dengan manusia baik-baik. Orang yang nggak nyebelin, nggak ngebetein. Lebih bahaya kalau kita ternyata makhluk yang menyebalkan itu. Waaah, nggak boleh dibiarin. Asal tau aja, tingkah laku atau behaviour itu menjadi cermin kepribadian, lho. Kualitas kepribadian bisa terlihat dari tingkah laku. Behaviour is reflection of personality.
Bicara soal kepribadian, tiap orang bisa punya standar sendiri-sendiri. Ada yang bilang baik buruknya kepribadian seseorang bisa diukur dari performa otaknya. Berarti kalau yang setara Enstein dianggap punya kepribadian baik sedangkan yang sering nge-hang kayak Oneng berarti kepribadiannya buruk. Kalau seperti itu, bisa-bisa Charles Darwin si “Manusia Monyet” dianggap manusia berkepribadian teragung dong karena kepintarannya (atau kebodohannya?) membuat teori Evolusi yang mendunia.
Sebagian orang yang lain mengklasifikasikan keperibadian seseorang dari penampilan fisiknya. Berarti Madonna bisa-bisa dinilai lebih daripada Saudah binti Zum’ah r.a., istri Rasulullah atau Bilal r.a., sahabat Rasulullah ditempatkan di level paling buncit dibandingkan dengan brad pitt. Bisa kacau dunia, padahal belum tentu yang cantik atau yang tampan bisa menampilkan prilaku yang menyenangkan. Tinggi rendahnya kualitas kepribadian sama sekali nggak ada hubungannya dengan level kecerdasan, kecantikan or ketampanan, apalagi dengan logat bahasa. Keperibadian (syaksiyah) terbangun atas aqliyah (pola pikir) dan nafsiyah (pola sikap). Tinggi rendahnya kualitas kepribadian diukur dari tinggi rendahnya kualitas berpikir dan bersikapnya itu.
Aqliyah dan naqliyah yang berkualitas super dapat menajdikan kita memiliki kepribadian istimewa. Kemusliman kita adalah modal awal yang sangat berharga nntuk punya kepribadian istimewa. Selanjutnya, terus mengasah aqliyah dan nafsiyah islamiah dengan cara sebagai berikut.
1.      Mengasah cara berpikir islami. Aqliyah islamiah atau berpikir islami bisa semakin berkembang jika kita mau terus mempelajari materi-materi keislaman. Kita yang semakin beraqliyah islamiah akan selalu mau untuk berpikir tentang sebuah secara islami. Sebuah fakta yang kita pahami dengan islam sebagai filternya akan jelas dan terang outputnya, benar atau salah. Nggak setengah-setengah.
2.      Mengasah sikap islami. Untuk punya nafsiyah islamiah atau mampu untuk terus bersikap secara islami, caranya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan bertaqqarub ilallah. Bersikap islami ini akan semakin terasah seiring dengan semakin konsistennya kita menyelaraskan setiap perbuatan kita dengan islam. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits qudsi, Allah swt berfirman,
“Dan tiada bertaqqarub kepada-Ku seorang hamba dengan sesuatu yang lebih Kusukai daripada menjalankan kewajibannya. Dan tidak ada henti-hentinya seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan sunnah-sunnah nafilah, sehingga Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya dan Aku akan menjadi penglihatannya yang dia melihat dengannya, dan Aku akan menjadi tangannya yang dia pergunakan, dan Aku akan menjadi kakinya yang dia berjalan dengannya. ” (HR Bukhari).

Cewek berkpibadian islami adalah cewek yang berkpribadian mulia. Cewek berkpribadian mulia pasti adalah cewek yang istimewa. Tapi, yang perlu diingat adalah bahwa cewek berkepribadian istimewa bukan berarti cewek suci tanpa dosa, yang sempurna, nggak pernah berbuat salah. Salah besar kalau ada orang yang menganggap cewek alim itu malaikat.

WANITA-WANITA ISTIMEWA SEPANJANG MASA
Wanita-wanita istimewa akan selalu hadir disetiap era. Mereka yang berjuang untuk kepentingan orang disekelilingnya, masyarakat, bahkan umat seluruh dunia. Mereka berikut ini adalah beberapa diantaranya :
1.      Khadijah binti Khuwailid, wanita pendamping perjuangan dakwah Rasulullah saw yang pertama dan utama.
2.      Aisyah binti Abu Bakar, istri kecintaan Rasulullah penghafal hadits dan ahli fiqh.

3.      Ummu sulaim binti Milhan, islam sebagai maharnya.
4.      Ummu kultsum binti Ali, si singa podium.
5.      Raden Ajeng Kartini, perjuangan merentas jalan dari kegelapan menuju cahaya.
6.      Profesor Samira ibrahim islam, Sameena shah, dan Profesor Dr. Bina shaheen siddiqui, ilmuwan muslimah masa kini.
7.      Ibunda, ditelapak kakinya kita bisa temukan surga.

YOU’RE SPECIAL!
Kesempurnaan dalam hidup manusia tidak pernah ada. Manusia pun fana, sehingga selalu ada ruang perenungan buat kita untuk menyadari posisi yang hanyalah seorang hamba Allah.
Kesempurnaan memang bukan milik kita. Namun, bukan berarti kita nggak bisa jadi makhluk Allah yang istimewa. Setiap manusia punya kesempatan untuk menjadi dan menunjukkan yang terbaik dalam hidupnya, dan Allah telah memberikan bekal untuk mewujudkannya. Pastikan kita bisa! Karena Allah telah memastikan bahwa kita yang istimewa.

Sumber : GIRL P0WER By Nafiisah FB
Senin, 12 November 2012 - 0 comments

MBS (Musholla BabusSalam)



Kali ini aku ingin bercerita tentang sebuah tempat. Begitu sejuk, walaupun kecil, kadang sumpek jika sedang banyak yang mau mengunjunginya, atau hanya singgah barang semenit atau dua menit saja. Lantainya berwarna hijau, warna surga. Sangat meneduhkan. Kalau aku boleh katakan, tempat mungil ini adalah tempat ternyaman di sudut kampus biru. Di dalamnya terdapat hal-hal indah, seperti tampilan luarnya. Banyak manusia-manusia yang InsyaALLAH mulia di dalamnya.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus biru, kira-kira 5 tahun yang lalu. Tempat ini adalah satu-satunya tempat 'istirahat' ternyaman, bukan di kantin atau di mehibun (meja hijau bundar) yang disediakan di taman-taman kampus. Tempat ini terdiri dari dua ruang, bangunannya menghadap ke arah timur. Bagian ikhwan ada di sebelah kanan (utara) dan sekretariat akhwat di sebelah kiri (selatan). Memiliki dua gerbang, satu di samping dekat sekretariat akhwat dan satu lagi di sebelah timur, gerbang utama, di dekat sekretariat ikhwan. Di bagian atas depan tertulis sebuah kalimat "Musholla BabusSalam", tapi aku lebih senang menyingkat nama itu menjadi MBS. Ya, Babussalam nama bangunan mungil itu.

Banyak sekali cerita yang telah terukir di dalamnya. Entah tawa, kecewa, marah, lelucon, kekonyolan dan tangis. Semua pernah terjadi di tempat ini, MBS. Di sini pertama kalinya aku belajar menjadi seorang imam sholat, di sini aku mulai bisa menemukan jati diri sebagai seorang muslimah seutuhnya, di sini kutemukan makna ukhuwah, di sini aku mulai menyukai dunia literasi, di sini tulisan pertamaku dibaca banyak orang, dan di sini pertama kalinya aku merasa sangat mengenal Tuhanku. Semua itu terjadi melalui lisan-lisan mulia orang-orang mulia di dalamnya, dengan tangan-tangan mereka merangkul bahuku yang lemah. Jiwa yang gersang pun sedikit demi sedikit merasakan tetesan-tetesan air yang akan menyegarkannya kembali.

Banyak memori tertinggal di MBS. Pernah suatu ketika aku sedang sholat, di depan ku ada dua orang saudari ku, mereka memakai cadar. Saat itu, ilmu ku masih cetek (sekarang lumayan, bertambah walau setitik). Mereka sudah selesai sholat dan ingin segera beranjak pergi dari mushola, salah satunya berada tepat di depan ku yang sedang sholat. Tak ada siapa-siapa selain aku dan mereka berdua saat itu. Saat rakaat kedua, aku sedang membaca ayat, tiba-tiba seperti ada yang mencengkram kedua lenganku dari belakang. Tapi, ternyata memang ada yang memegang lenganku, kuat. Ku perkirakan ia salah satu dari dua orang bercadar itu. Mereka ingin memindahkan tempat aku berdiri, agar tidak menghalangi jika ada orang yang masuk hendak sholat, kebetulan saat itu aku berdiri di shaf kedua dekat pintu masuk. Lucunya, aku tak mau bergerak sedikit pun. Naif! aku memang tak tau saat itu bahwa kita boleh bergerak maju atau mundur (selain gerakan sholat) jika memang hal itu sangat perlu dilakukan. Hahaa,,aku jadi senyum-senyum sendiri mengingat itu, malu!.

Seperti kataku tadi, tak hanya kisah lucu, tawa, dan ceria yang hadir di MBS, tak jarang kecewa, air mata, dan isak tangis bergeming di sini. Seperti saat ada masalah di departemen, ketika bermasalah dalam halaqoh, orang-orang mulia di dalamnya selalu siap menjadi pendengar keluh, walau kebanyakan tak memberi solusi pasti. Percaya, mereka telah berusaha sekuat yang mereka mampu. Di MBS, aku menemukan kehangatan persaudaraan hakiki, walau kadang kecewa saat saudara yang satu lebih peduli terhadap saudaranya yang lain. Di MBS aku mengenal banyak sahabat baru, yang lebih tua dariku maupun yang lebih muda. Dengan bermacam jenis sifat dan kebiasaannya. Berteman dengan orang-orang yang bagus agamanya membuatku termotivasi untuk bisa seperti mereka. Saling membantu dan berbagi adalah hal yang sangat biasa. Walau kadang ada sedikit kecewa karena lebih banyak dibantu daripada membantu. Di MBS juga pernah terukir kisah tentang kami dengan rencana-rencana hebat kami di masa datang. Merancang mimpi dan asa bersama. Ahh, semua hanya menjadi sejarah. Mungkin sebagian sudah lupa rencana-rencana itu. MBS menjadi saksi bisu saat tertawa bersama menikmati sebungkus gorengan hangat hasil patungan dari uang sisa-sisa photocopy makalah atau materi-materi kuliah. Tempat pilihan untuk 'nongkrong' saat tak ada dosen datang. Tempat menunggu jemputan datang saat ingin pulang setelah kuliah. Dan tempat menunggu hujan reda untuk bergegas melakukan aktifitas lainnya.

MBS, tempat tak terlupakan. Seperti kata seorang saudariku, yang juga kutemukan disini adalah rumah kedua kami setelah rumah orangtua. MBS, penuh kenangan selama 5 tahun menimba ilmu di fakultas ekonomi. Sudut favorite para pejuang-pejuang dakwah. Tempat syuro'nya para calon penghuni syurga, memikirkan strategi-strategi untuk membantu sesama umat-umat Rasulullah (khusunya yang lagi kuliah di UNRAM) agar kita semua dapat kembali ke asal (syurga) tanpa singgah dulu di neraka. Tarbiyah, itulah yang sedang diusahakan para jundi-jundi mulia itu. Pernah menjadi bagian mereka, membuatku merasa berbangga. Walau kini, perlahan tak lagi bersama dalam lingkaran mereka. Tak mengapa, yang penting tetap dalam kebaikan. Begitu nasehat sang murrobiyah tercinta. Murobbiyah yang kini tak pernah lagi bisa kudengarkan taujihnya.
Maaf.